Gunung Bismo via Ngandam

Gunung Bismo adalah sebuah gunung yang berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung ini masih berada dalam Kawasan Gunung Api Dieng, tepatnya di perbatasan Desa Campursari dengan Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Gunung Bismo memiliki ketinggian 2.365 mdpl.

Walaupun tidak sepopuler Gunung Prau, Gunung Bismo merupakan salah satu gunung favorit pendaki yang berada di Wonosobo. Gunung ini memiliki panorama alam yang mengagumkan terutama saat mentari terbit.

Jalur pendakian Gunung Bismo ada beberapa, di antaranya adalah Jalur Silandak, Jalur Sikunang, Jalur Deroduwur, Jalur Pulosari, Jalur Maron, dan Jalur Ngandam. Awalnya kami berencana mendaki via Jalur Sikunang, tapi ketika kami tiba di basecamp Sikunang ternyata tutup, dan diarahkan untuk ke basecamp Ngandam, yang berjarak sekitar 2 km.

Jalur Ngandam tidaklah sepopuler jalur2 lainnya. Tapi karena hanya melalui jalur ini yang memungkinkan untuk kami akses, akhirnya kami mendaki lewat jalur ini. Ketika kami tiba di basecamp Ngandam ada tulisan…Nanjak Minimal View Maksimal. Dan terbukti itu memang benar.

Setelah mendaftar dan pemeriksaan syarat2 pendakian di basecamp, kami menyiapkan peralatan kemping yang harus dibawa. Setelah semua siap, kami memulai pendakian jam 14.45 petang.

Basecamp ke Pos 1 Tunggal Negara

Jalur dari basecamp menuju Pos 1 merupakan jalan setapak yang bisa dilalui sepeda motor dengan ladang penduduk di kanan kirinya. Petunjuk menuju puncak sangat jelas. Sepanjang perjalanan banyak kami temui Pohon Carica, yang sepintas mirip dengan Pepaya. Sekitar 35 menit perjalanan kami sampai di gerbang pendakian. Dan sampai di Pos 1 Tunggal Negara sekitar 10 menit.

Pos 1 ke Pos 2 Padmahariwangsa

Jalur Pos 1 ke Pos 2 merupakan jalur tanah yang menanjak, kadang berbentuk undak2an. Sebelah kiri tebing yang ditumbuhi semak2, sebelah kanan lereng di mana masih terlihat rumah2 penduduk. Dari Pos 1 ke Pos 2 kami tempuh dalam waktu sekitar 20 menit.

Pos 2 ke Pos 3 Wiratara

Jalur Pos 2 ke Pos 3 masih sama, merupakan jalan tanah yang semakin menanjak. Dengan sedikit pohon cemara di sebelah kiri pendakian. Dari Pos 2 ke Pos 3 kami tempuh dalam waktu sekitar 20 menit.

Pos 3 – Camp Area

Pendakian kami lanjutkan menuju Camp Area. Jalur tanah menanjak yang terbuka. Jadi ketika kami menoleh ke belakang…terlihat Kota Dieng jauh di bawah sana. Kami tiba di Camp Area sekitar jam 16.30. Jadi perkiraan dari Basecamp ke Camp Area sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 2,6 km.

Kami segera mendirikan tenda karena setelah itu kami berencana naik ke Puncak Bismo yang tidak jauh dari camp area.

Camp Area ke Puncak Indraprasta

Jarak dari camp area ke Puncak Indraprasta sangat dekat…naik sekitar 5 menit saja. Kami masih sempat ke Puncak dan poto2, dan turun kembali ke tenda sebelum hari gelap.

Kami menyiapkan makanan untuk makan malam. Kemudian masuk tenda untuk beristirahat, dan mencoba tidur. Karena besok pagi kami berencana naik lagi ke Puncak untuk menikmati matahari terbit. Tidur tidak bisa nyenyak…karena mmg alas tidur kami tidak senyaman di rumah haha… dan udara semakin dingin di kisaran 12-13 derajat Celcius.

Menikmati Sunrise

Besok paginya kami bangun jam 5.20…bersiap2 untuk naik lagi ke Puncak. Dan beruntungnya kami…pagi itu cuaca sangat cerah, sehingga kami dapat menikmati terbitnya matahari. Luar biasa…mengagumkan indahnya. Salah satu karya Tuhan yang membuat kami tidak pernah bosan naik gunung.

Setelah puas berpoto2 dan matahari sudah naik tinggi, kami kembali ke tenda. Masak untuk sarapan pagi. Lalu membongkar dan membereskan tenda. Jam 9 kami bersiap turun dan kembali ke basecamp. Perjalanan turun kami tempuh dalam waktu 50 menit. Sampai di basecamp kami segera bersih2 supaya tidak kemalaman sampai di Surabaya.

Gunung BismoNanjak Minimal View Maksimal. Tidak berlebihan. Terima kasih Tuhan untuk kesempatan ini. Sampai jumpa lagi sobat pergi2terus. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *