Cinque Terre : Yang Takkan Terlupakan

Cinque Terre adalah taman nasional di Italia yang sangat indah dan unik. Terletak di Wilayah Liguria, Propinsi La Spezia, Cinque Terre terdiri atas 5 desa yang berjejer menghadap Laut Mediterania, yang secara berurutan dari utara ke selatan adalah : Monterosso Al Mare, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore.

Keindahan dan keunikan yang bisa kita nikmati di antaranya adalah bangunan rumah dan kebun anggur yang berwarna-warni di tebing yang menghadap ke laut. Ada juga struktur benteng dan tembok kuno yang sangat menarik. Atau jalan2 setapak melewati pemandangan alam yang indah, dan pantai2 yang tidak terlalu besar namun sangat layak untuk dinikmati sambil bersantai.

Kita bisa mengunjungi setiap desa dengan menggunakan kereta. Dan menurutku, ini adalah cara terbaik dan mudah untuk mencapai Cinque Terre, karena kereta lokal ini melewati dan berhenti di lima desa tersebut. Sehingga kita hanya turun naik kereta untuk pindah dari 1 desa ke desa lainnya.

Untuk mengunjungi semua desa di Cinque Terre minimal kita membutuhkan waktu 2 hari, apabila kita ingin menelusuri jalan2 setapak di setiap desa. Masing2 desa mempunyai keunikan yang berbeda. Belum lagi kalau kita ingin menikmati pantai saat matahari terbenam, atau duduk2 menikmati makanan di resto2 kecil di pinggir pantai.

Setiap desa di Cinque Terre menyediakan hotel2 untuk kita menginap, namun kita juga bisa memilih untuk menginap di Kota La Spezia, seperti yang kami lakukan waktu itu, dengan pertimbangan selain lebih banyak pilihan dan relatif lebih murah, juga lebih cepat dan mudah saat berpindah ke kota lainnya.

Yuk..sekarang kita berkunjung ke desa2nya

Riomaggiore

Ini adalah desa pertama dari Cinque Terre, yang ditempuh hanya beberapa menit ke utara dengan menggunakan kereta dari La Spezia. Di sini kita bisa menyusuri jalan setapak berundak-undak yang menghadap ke laut sambil menyaksikan rumah2 penduduk yang berwarna-warni.

Beberapa lanskape yang bisa dikunjungi di desa ini antara lain : The Church of San Giovanni Battista (tahun 1340), The Church of San Lorenzo (1338), Castle of Riomaggiore (1260), dan jalan setapak menuju Desa Manarola dengan pemandangan menakjubkan yang dikenal dengan nama Via dell’Amore.

Manarola

Desa berikutnya adalah Manarola, yang dapat kita kunjungi dengan menggunakan kereta dari stasiun di Riomaggiore dan turun di stasiun Manarola. Atau bisa juga dengan hiking melalui jalur yang menghubungkan Manarola dengan Riomaggiore, yang disebut Via dell’Amore atau Jalan Cinta, jalur hiking di perbukitan dan kebun anggur di atas kota.

Berbeda dengan desa sebelumnya, walaupun terletak dekat dengan laut, dan kita bisa berjalan masuk lebih dalam ke desanya melalui jalan beraspal, dengan rumah2 warna warni di kanan kirinya. Rumah2 di tepi jalan ini ada yang berjualan souvenir dan panganan2 kecil, ada juga es krim.

Jika kita terus berjalan maka kita akan sampai di gereja tua yang dikenal dengan nama Chiesa di San Lorenzo, yang dibangun pada tahun 1338.

Sebagian besar penduduk di Desa Manarola adalah nelayan, yang dapat dilihat dari banyaknya perahu2 yang ‘diparkir’ di pinggir jalan. Dan juga terkenal sebagai pembuat wine dengan kualitas tinggi, yang diproduksi dari anggur yang ditanam di wilayah tersebut.

Corniglia

Desa berikutnya yang berada di tengah adalah Corniglia, yang dapat dikunjungi dengan menggunakan kereta dari stasiun Manarola dan turun di stasiun Corniglia. Corniglia tidak berbatasan langsung dengan laut, melainkan desa ini berada sekitar 100 meter di atas sebuah tanjung, yang dikelilingi oleh kebun anggur, dengan pemandangan ke arah laut yang terjal dan jalur kereta api di pinggir laut.

Jadi untuk menuju ke Desa Corniglia, turun dari stasiun kita harus naik melalui anak tangga yang lumayan melelahkan, tapi pemandangan alam dari atas ke arah laut sangat indah.

Vernazza

Desa selanjutnya adalah Vernazza. Untuk mencapai desa ini, kita naik kereta dari Stasiun Corniglia dan turun di Stasiun Vernazza. Vernazza adalah desa keempat ke arah utara, dan menurutku ini adalah desa terindah dari Cinque Terre, karena pemandangannya yang indah ke arah laut dengan pelabuhan kecil dan bangunan warna warni di sekelilingnya. Dari tempat ini juga kita bisa menikmati matahari terbenam.

Di sekitar pelabuhan kecil Vernazza ini kita akan menjumpai banyak cafe2 kecil dan toko2 souvenir, jadi setelah menikmati sunset dan perut mulai keroncongan, kita tinggal mampir ke salah satu cafe untuk memesan makanan khas Italy.

Monterosso al Mare

Monterosso al Mare adalah desa terakhir yang terletak paling utara dari Cinque Terre. Kita bisa mencapai desa ini dari Stasiun Vernazza dan turun di Stasiun Monterosso al Mare. Di desa inilah terdapat satu2nya pantai pasir landai yang luas di Cinque Terre. Di sini kita bisa turun ke pantai, berjalan di sepanjang pantai pasir, dan menikmati deburan ombak2 kecil. Banyak wisatawan yang berjemur dan berenang di Pantai Monterosso ini.

Lengkap sudah kunjungan kita ke 5 desa di Cinque Terre. Masing2 desa memiliki keunikan dan keindahannya sendiri. Sayang sekali, kami hanya punya waktu sedikit untuk menikmati Cinque Terre, dan kami berharap punya kesempatan lagi untuk kembali ke sini satu saat nanti. Sungguh perjalanan yang takkan terlupakan.

Catatan Penulis :

Inspirasi datang ke Cinque Terre ini berasal dari seorang sahabat terbaikku, Anton Chandra. Dia merekomendasikan untuk pergi ke sini, karena sangat unik dan indah, sangat worthed untuk dikunjungi…itu katanya saat itu. Dia berkunjung ke Cinque Terre bersama istrinya, Ellen Nasaida, saat berbulan madu, dan sekarang dia telah tiada. Rekomendasimu tidak berlebihan…RIP my pren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *